// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-9070342738625746521"},"updated":{"$t":"2023-10-30T15:52:23.353-07:00"},"category":[{"term":"Dokumentasi"},{"term":"Tentang Sepeda"},{"term":"Accessories"},{"term":"Video"},{"term":"Onthel"},{"term":"Sejarah"},{"term":"Sepeda Unik"},{"term":"BMX"},{"term":"Fixie"},{"term":"Selly"},{"term":"Tools"}],"title":{"type":"text","$t":"nggowes.com"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Sepeda untuk Hobi dan Sehat"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/9070342738625746521\/posts\/default\/-\/Sejarah?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/search\/label\/Sejarah"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Masburhan"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01333675625389785926"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"2"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-9070342738625746521.post-4293609968651453173"},"published":{"$t":"2013-09-13T00:35:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2013-09-13T00:35:56.886-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sejarah"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Itu Tour De France …?!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3mdYhqTRjRw\/UjEjgelBVLI\/AAAAAAAAApI\/i_VVKijMSQ8\/s1600\/6ce5ade63471f46eb19c6a8e0d975c8c_200.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3mdYhqTRjRw\/UjEjgelBVLI\/AAAAAAAAApI\/i_VVKijMSQ8\/s1600\/6ce5ade63471f46eb19c6a8e0d975c8c_200.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSahabat-sahabat goweser mungkin sudah mengetahui tentang Tour de France \nTour balap Sepeda terakbar di dunia ini, tidak salahnya saya mencoba \nmenguraikan kembali secara detail tentang Tour de France\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/yellow-jersey-dalam-tour-de-france.html\" title=\"See also YELLOW JERSEY DALAM TOUR DE FRANCE\"\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E\n adalah lomba balap sepeda jalan raya (Road Bike) internasional di bawah\n agenda tahunan UCI (Uni Cycliste Internationale) yang diselenggarakan \ndi negara Perancis \u0026nbsp;pertama kali diselenggarakan tahun 1903 yang mana \nrutenya berjarak lebih dari 3600km (2200mil) dan berlangsung 3(tiga) \nminggu.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E bersama dengan \u003Ci\u003EGiro d’Italia\u003C\/i\u003E dan \u003Ci\u003EVuelta a España\u003C\/i\u003E adalah tiga \u003Ci\u003EGrand Tour\u003C\/i\u003E dalam balap\u003Cb\u003E\u0026nbsp; \u003C\/b\u003Esepeda\n bergengsi yang menarik perhatian banyak pembalap dan tim dari seluruh \ndunia. Karena ke tiga Grand Tour tersebut ladang point terbesar sebagai \npenentu juara dunia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nPerlombaan ini dibagi menjadi day long segmen, \ndisebut satu stage\/tahap. Catatan waktu tiap individu untuk \nmenyelesaikan setiap tahap dikumpulkan untuk menentukan pemenang \nkeseluruhan pada akhir lomba.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nPembalap dengan waktu agregat tercepat pada akhir setiap hari\/tahap akan memakai jersey kuning\/yellow jersey. Course\/rute \u003Ci\u003E\u003Cb\u003ETOUR DE \u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003EFRANCE\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\n berubah setiap tahun, namun balapan selalu selesai di Paris. Sejak \ntahun 1975, klimaks dari tahap akhir telah di sepanjang Champs-Élysées.\u003C\/div\u003E\n\u003Ch2\u003E\nYELLOW JERSEY DALAM TOUR DE FRANCE\u003C\/h2\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nSeperti \u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/tour-de-france-jenis-balap-sepeda-seperti-apa.html\" title=\"See also TOUR DE FRANCE, JENIS BALAP SEPEDA SEPERTI APA?\"\u003EBalap Sepeda\u003C\/a\u003E pada umumnya, Setiap pembalap pada \u003Ci\u003E\u003Cb\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\n tentu memiliki tujuan menang pada keseluruhan stage\/tahapan. Namun \ndalam kompetisi ini ada beberapa penilaian lebih lanjut: leader, \nsprinter, climber(penanjak) dan Rider\/racer muda terbaik (youngster).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nSeorang pengendara yang memimpin lebih dari satu kompetisi mengenakan jersey yang paling bergengsi, \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EYELLOW JERSEY\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E.\n Jersey kuning (maillot jaune) dipakai oleh pemimpin klasifikasi umum. \nHal ini diputuskan berdasarkan total waktu setiap pembalap dalam tiap \nstage harian.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nPembalap dengan waktu keseluruhan tercepat pada akhir\n setiap tahap menerima jersey kuning secara seremonial dan berhak untuk \nmemulai tahap berikutnya dari \u003Ci\u003E\u003Cb\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E, biasanya keesokan harinya, dengan mengenakan \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EYELLOW JERSEY\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E tersebut.\u003C\/div\u003E\n\u003Ch2\u003E\nJERSEY POLKA DOT DALAM TOUR DE FRANCE\u003C\/h2\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nSelain \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EYELLOW JERSEY\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E (Jersey Kuning) yang fenomenal dalam ajang \u003Ci\u003E\u003Cb\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/yellow-jersey-dalam-tour-de-france.html\" title=\"See also YELLOW JERSEY DALAM TOUR DE FRANCE\"\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E, Tingkat prestasi pembalap dalam event \u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/tour-de-france-jenis-balap-sepeda-seperti-apa.html\" title=\"See also TOUR DE FRANCE, JENIS BALAP SEPEDA SEPERTI APA?\"\u003Ebalap sepeda\u003C\/a\u003E dunia tersebut juga ditunjukkan salah satunya oleh \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EJERSEY POLKA DOT (The Polka Dot Crown).\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nJersey dengan warna dasar putih bermotif totol (polka\n dot) merah ini Jersey diberikan untuk climber (Penanjak) \nterbaik\/tercepat, atau tepatnya, untuk pemenang kontes poin yang\u0026nbsp; dengan\n kriteria penilaian pada jalur up-hill (menanjak).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nSemakin tinggi kategori pendakian, semakin banyak \npoin untuk menjadi yang pertama melintasi garis di bagian atas. \nPenilaian atas kriteria menanjak ini berakhir sampai para pembalap \nmencapai puncak tanjakkan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nMeskipun penghargaan untuk pendaki terbaik telah disampaikan sejak tahun 1933, ‘penghargaan’ dengan pengenaan \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EJERSEY POLKA DOT\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E dalam \u003Ci\u003E\u003Cb\u003ETOUR DE FRANCE\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E baru dilakukan pada tahun 1975.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nJersey hijau (Green Jersey), didalam tahapan(stage) \nlomba tour de France tersebut ada penghargaan khusus buat \nRacer(pembalap) yang melakukan waktu tercepat dalam ajang sprint tiap \nstage yg di perlombakan yaitu penyematan Jersey hijau (green Jersey).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nJersey Putih (white Jersey) di berikan buat \nracer(pembalap) usia muda (youngster) yang memiliki konsistensi yang \nsangat baik tiap stage-nya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nInformasi terbaru mengenai penyelenggaraan even Tour \nDe France tahun 2012 sudah berlangsung sejak 4(Empat ) hari yang lalu. \nBerikut informasi lengkapnya :\u003C\/div\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EKelas Criterium Individual Internasional \u0026nbsp;( Individual Time Trial)\u003C\/b\u003E\n juaranya : Fabien Cancellara, asal Swiss, tergabung\u0026nbsp; dalam Radioshack \nTeam dan ia (Fabien Cancellara) berhak menyandang Jersey kuning karena \nmemiliki waktu tercepat serta memimpin klasemen umum.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EStage 1 \u003C\/b\u003Ejuaranya : Peter Sagan, asal Slowakia, \ntergabung dalam Liquigas Team. Stage pertama ini \u0026nbsp;Fabien Cancellara \n(Radio Shack Team) masih menyandang Jersey kuning dan masih sebagai \npemimpin klasemen umum.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EStage 2\u003C\/b\u003E juaranya :Mark Cavendish, asal Inggris, \ntergabung dalam Sky Procycling Team. Racer Fabien Cancellara (Radio \nShack Team) masih menyandang Jersey kuning dan masih sebagai pemimpin \nklasemen umum. Dan Peter Sagan( Liquigas Team) menyandang jersey hijau \n(Sprinter tercepat)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EStage 3\u003C\/b\u003E juaranya : Peter Sagan, asal Slowakia, \ntergabung dalam Liquigas Team. Racer Fabien Cancellara (Radio Shack \nTeam) masih menyandang Jersey kuning dan masih sebagai pemimpin klasemen\n umum. Dan Peter Sagan( Liquigas Team) menyandang jersey hijau (Sprinter\n tercepat)\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EStage 4\u003C\/b\u003E juaranya : Andrei Greipel (Lotto Belisol \nTeam). Sementara Fabien Cancellara (Radio Shack Team) masih menyandang \nJersey kuning dan masih sebagai pemimpin klasemen umum. Dan Peter Sagan(\n Liquigas Team) menyandang jersey hijau (Sprinter tercepat). \u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nDalam stage ke 4 tersebut racer Mark Cavendish juara \ndunia 2011 terjatuh dalam suatu tabrakan beruntun massal kurang dari \ntiga kilometer dari finis dan baru bisa melintasi garis finis jauh \nsetelah Greipel mengungguli pembalap Italia Alessandro Petacchi dalam \nsprint menuju garis finish.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nStage-stage berikutnya kemungkinan persaingan akan \nsemakin seru antar racer-racer dunia papan atas dan tidak menutup \nkemungkinan juga racer-racer non unggulan akan lebih berprestasi. \n\u0026nbsp;Sahabat-sahabat goweser bisa menyaksikan langsung pagelaran Tour de \nFrance 2012 di Euro Sport (TV Cabel) mulai tanggal 30 Juni 2012 s\/d 22 \nJuli 2012 mulai pk.19.00 – 22.45.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ci\u003Esumber: \u003Ca href=\"http:\/\/wikipedia.org\/\" title=\"Wikipedia\"\u003Ewikipedia\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/tour-de-france-jenis-balap-sepeda-seperti-apa.html\"\u003Ehttp:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/tour-de-france-jenis-balap-sepeda-seperti-apa\u003Cbr \/\u003E.html\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/yellow-jersey-dalam-tour-de-france.html\"\u003Ehttp:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/yellow-jersey-dalam-tour-de-france.html\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/jersey-polka-dot-dalam-tour-de-france.html\"\u003Ehttp:\/\/thingsbike.com\/ensiklopedia\/jersey-polka-dot-dalam-tour-de-france.html\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"justify\"\u003E\nhttp:\/\/b2w-indonesia.or.id\/bacanote\/apa_itu_tour_de_france\u0026nbsp; \u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/feeds\/4293609968651453173\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/2013\/09\/apa-itu-tour-de-france.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/9070342738625746521\/posts\/default\/4293609968651453173"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/9070342738625746521\/posts\/default\/4293609968651453173"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/2013\/09\/apa-itu-tour-de-france.html","title":"Apa Itu Tour De France …?!"}],"author":[{"name":{"$t":"Masburhan"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01333675625389785926"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3mdYhqTRjRw\/UjEjgelBVLI\/AAAAAAAAApI\/i_VVKijMSQ8\/s72-c\/6ce5ade63471f46eb19c6a8e0d975c8c_200.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-9070342738625746521.post-3873984777716897691"},"published":{"$t":"2013-04-01T23:16:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-01T23:16:09.937-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sejarah"}],"title":{"type":"text","$t":"Biografi Baron Karl Von Drais – Penemu Sepeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BQ9AeBFV_4s\/UVp2xWBxdvI\/AAAAAAAAAFA\/dZHD-iAX0sg\/s1600\/220px-karldrais.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"200\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BQ9AeBFV_4s\/UVp2xWBxdvI\/AAAAAAAAAFA\/dZHD-iAX0sg\/s200\/220px-karldrais.jpg\" width=\"162\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBaron Karls Drais von Sauerbronn atau Karl Drais lahir pada tanggal \n29 April 1785 di Karlsruhe, Jerman, dia adalah seorang penemu Jerman dan\n menemukan Laufmaschine juga kemudian disebut sepeda beroda tiga, atau \ndraisienne. Ini kemudian dimasukkan sebagai prinsip roda dua yang \nkemudian menjadi dasar untuk sepeda dan sepeda motor dan merupakan awal \ndari transportasi pribadi mekanik. Drais juga menemukan mesin ketik awal\n dengan keyboard pada tahun 1821. Dari 1803-1805, Drais belajar \narsitektur, pertanian dan fisika di University of Heidelberg.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nIa bergabung sebagai pejabat kehutanan, bekerja sebagai guru di \nlembaga kehutanan pribadi milik pamannya, dan pada tahun 1810 menerima \ngelar kepala rimbawan, tetapi posisinya belum ditentukan. Satu tahun \nkemudian ia diskors dari dinasnya, tapi terus menerima gaji sehingga dia\n bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk penemuannya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDrais berhasil melakukan terobosan penting,yang ternyata merupakan \npeletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby \nHorse dimodifikasi hingga akhirnya mempunyai mekanisme kemudi pada \nbagian roda depan. bentuknya sepeda beroda tiga, bentuk awal dari \nsepeda, namun tanpa pedal. Perjalanannya yang pertama dilaporkan, dari \nMannheim ke Schwetzinger Relaishaus berlangsung pada tanggal 12 Juni \n1817. Pada tahun yang sama, dia melakukan perjalanan kedua, dari \nGernsbach ke Baden, dan lain-lain. Dengan mengambil tenaga gerak dari \nkedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling. Dia \nsendiri menyebut kendaraan ini dengan nama Draisienne. Beritanya sendiri\n dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Pada 1839, Kirkpatrick \nMacmillan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda \nbelakang dan ban depan Draisienne.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSepeda Draisienne ini tak bertahan lama, karena setelah itu, mulai \nmuncul jenis-jenis sepeda baru yang lebih effisien bahkan beberapa di \nantaranya ada yang sudah menggunakan pedal, walaupun pedal tersebut \nmasih belum sempurna seperti sepeda jaman sekarang). Walau begitu, \nsepeda buatan Baron von Drais ini tetap harus diacungi jempol, karena \nsudah mampu menjadi tonggak munculnya sepeda-sepeda modern di dunia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPada tanggal 12 Januari 1818, Drais dianugerahi sebuah penghormatan \ndengan gelar duke sebagai imbalan atas penemuannya. Baden tidak memiliki\n hak paten atas penemuannya pada waktu itu. Grand Duke Karl Drais \nkemudian juga ditunjuk sebagai Profesor Mekanika. Ini hanyalah sebuah \ngelar kehormatan, tidak berhubungan dengan universitas atau lembaga \nlain. Drais pensiun dari layanan sipil dan terus menerima gaji sebagai \natas penemuannya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KMBq_QsOjtI\/UVp2xXPoBHI\/AAAAAAAAAFE\/1Q0bSIVf3MA\/s1600\/karlvondrais.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KMBq_QsOjtI\/UVp2xXPoBHI\/AAAAAAAAAFE\/1Q0bSIVf3MA\/s1600\/karlvondrais.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBencana mendekati Drais ketika sebuah pembunuhan dan pemenggalan \nterjadi atas Ludwig Sand, pada tahun 1820. Ayah Drais sebagai hakim \ntertinggi Baden, menolak meminta maaf, dan anaknya kemudian di kepung \noleh mahasiswa mahasiswa di jerman. Oleh karena itu, 1822-1827, Drais \nkemudian pindah ke Brasil sebagai pengawas tanah di Fazenda milik Georg \nHeinrich von Langsdorff, namun kembali ke Mannheim.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nsebab dari penemuannya adalah adanya anomali iklim 1816, Tahun tanpa \nmusim panas di sebabkan karena letusan maha dahsyat Gunung Tambora di \nIndonesia menyebabkan transportasi di Eropa terganggu akibat kegagalan \npanen dan kelaparan kuda, dan inilah penyebab dari penemuan Drais ‘dari \nsepeda beroda tiga tersebut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDrais kemudian meninggal di kota kelahirannya, Karlsruhe pada tanggal\n 10 Desember 1851, tanpa uang sepeser pun setelah Prusia melakukan \nrevolusi di Baden dan menyita uang pensiun drais sepenuhnya untuk \nmembayar biaya revolusi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nReferensi :\u003Cbr \/\u003E- \u003Ca href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Karl_Drais\" rel=\"nofollow\"\u003Ehttp:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Karl_Drais\u003C\/a\u003E (Di terjemahkan oleh Nurdyansa)\u003Cbr \/\u003E- \u003Ca href=\"http:\/\/kosti.or.id\/viewpage.php?page_id=6\" rel=\"nofollow\"\u003Ehttp:\/\/kosti.or.id\/viewpage.php?page_id=6\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E- \u003Ca href=\"http:\/\/pandri-16.blogspot.com\/2011\/03\/sejarah-penemuan-sepeda-dan-penemu.html\" rel=\"nofollow\"\u003Ehttp:\/\/pandri-16.blogspot.com\/2011\/03\/sejarah-penemuan-sepeda-dan-penemu.html\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E- \u003Ca href=\"http:\/\/kolom-biografi.blogspot.com\/2011\/09\/biografi-baron-karl-von-drais-penemu.html\" rel=\"nofollow\"\u003Ehttp:\/\/kolom-biografi.blogspot.com\/2011\/09\/biografi-baron-karl-von-drais-penemu.html\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/feeds\/3873984777716897691\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/2013\/04\/biografi-baron-karl-von-drais-penemu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/9070342738625746521\/posts\/default\/3873984777716897691"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/9070342738625746521\/posts\/default\/3873984777716897691"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.nggowes.com\/2013\/04\/biografi-baron-karl-von-drais-penemu.html","title":"Biografi Baron Karl Von Drais – Penemu Sepeda"}],"author":[{"name":{"$t":"Masburhan"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01333675625389785926"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BQ9AeBFV_4s\/UVp2xWBxdvI\/AAAAAAAAAFA\/dZHD-iAX0sg\/s72-c\/220px-karldrais.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});